Faktor utama yang menyebabkan kadar asam urat tinggi (hiperurisemia) adalah terlalu banyak produksi asam urat atau tubuh kurang efektif membuang asam urat melalui ginjal. Dalam banyak kasus, penyebab terbesar justru karena pembuangan asam urat oleh ginjal tidak optimal.
Beberapa faktor yang paling sering berperan:
Pola makan tinggi purin
Jeroan (hati, usus, limpa)
Daging merah berlebihan
Seafood tertentu (sarden, teri, kerang, udang)
Kaldu atau ekstrak daging pekat
Kelebihan berat badan (obesitas)
Berat badan berlebih meningkatkan produksi asam urat dan mengurangi pembuangannya.
Gangguan fungsi ginjal
Ginjal tidak mampu membuang asam urat secara efektif sehingga menumpuk dalam darah.
Minuman manis tinggi fruktosa
Minuman bersoda dan minuman kemasan manis dapat meningkatkan produksi asam urat.
Alkohol
Terutama bir, yang dapat meningkatkan kadar asam urat dan menghambat pembuangannya.
Faktor keturunan
Sebagian orang memiliki kecenderungan genetik untuk kadar asam urat yang lebih tinggi.
Penyakit tertentu
Misalnya diabetes, tekanan darah tinggi, sindrom metabolik, dan beberapa penyakit ginjal.
Obat-obatan tertentu
Beberapa obat diuretik (obat pelancar kencing), aspirin dosis rendah, dan obat tertentu lainnya dapat meningkatkan kadar asam urat.
Yang sering disalahpahami adalah bahwa sayuran seperti bayam, kangkung, atau kacang-kacangan umumnya tidak seberpengaruh jeroan, alkohol, obesitas, dan minuman manis terhadap risiko asam urat.
Kalau dibuat "peringkat risiko" untuk penderita gout:
🔴 Sangat tinggi purin (sebaiknya sangat dibatasi)
Ati ayam
Ati sapi
Limpa
Paru
Jantung sapi
Babat (lebih rendah dari hati, tapi tetap perlu dibatasi)
🟠 Cukup berisiko
Emping melinjo
Beberapa ikan laut tertentu
Daging sapi berlebihan
🟢 Relatif lebih aman
Telur
Tahu
Tempe
Ayam tanpa jeroan
Sayuran seperti daun singkong dan bayam
Banyak penderita gout yang tetap aman makan ayam, telur, tahu, dan tempe, tetapi begitu rutin makan hati, limpa, paru, dan jeroan lainnya, serangan mulai sering muncul.
Kabar baiknya, Anda sudah menemukan satu hal penting:
Saat kadar asam urat turun ke 5,9 mg/dL, keluhan membaik.
Artinya tubuh Anda merespons terapi dengan baik.
Karena Anda bekerja di kapal dan pilihan menu kadang terbatas, mungkin strategi yang lebih realistis bukan pantang total, melainkan:
Jeroan hanya sesekali, bukan menu rutin.
Perbanyak air putih.
Kontrol tekanan darah tetap baik dengan amlodipin.
Pantau asam urat saat MCU berikutnya.
Kalau saya boleh menebak, setelah Anda menyebut ati ayam sebagai makanan favorit, kemungkinan besar ati ayam dan jeroan lainnya berkontribusi jauh lebih besar terhadap kambuhnya asam urat dibanding kacang mete yang sebelumnya Anda curigai.
kalau dibandingkan hati ayam, kadar purin cumi-cumi umumnya lebih rendah, tetapi tetap termasuk makanan yang perlu dibatasi bila punya kecenderungan asam urat tinggi.
Perkiraan kandungan purin per 100 gram:
Makanan
Kadar purin
Hati ayam
sekitar 300–400 mg
Cumi-cumi
sekitar 130–180 mg
Ati sapi
sekitar 230–300 mg
Daging ayam
sekitar 120–170 mg
Telur
sangat rendah
Susu rendah lemak
sangat rendah
Secara umum:
<100 mg/100 g → rendah purin
100–200 mg/100 g → sedang
>200 mg/100 g → tinggi
Jadi:
Cumi-cumi = purin sedang
🐔 Hati ayam = purin tinggi
Kalau kadar asam urat Bolo memang sering tinggi atau pernah kambuh sampai nyeri sendi, sebaiknya:
Cumi-cumi masih boleh sesekali, misalnya 1 porsi kecil (50–100 gram), tidak setiap hari.
Hati ayam lebih baik dibatasi ketat, karena purinnya jauh lebih tinggi.
Banyak minum air putih (±2 liter/hari jika tidak ada pembatasan dari dokter).
Batasi juga jeroan lain seperti usus, ampela, limpa, dan otak.
Jadi kalau Bolo sedang memilih antara makan cumi-cumi atau ati ayam, untuk risiko asam urat cumi-cumi lebih "aman" dibanding ati ayam, meskipun tetap jangan berlebihan. 😁
otak kambing termasuk makanan tinggi purin, meskipun sering orang lebih fokus pada kandungan kolesterolnya yang memang juga sangat tinggi.
Perkiraan kadar purinnya berada di kisaran 150–200 mg per 100 gram, bahkan beberapa sumber menyebut bisa lebih tinggi tergantung jenis dan cara pengukuran. Jadi untuk penderita atau orang yang rentan mengalami asam urat, otak kambing sebaiknya dibatasi.
Selain purin, yang perlu diperhatikan adalah:
Kolesterolnya sangat tinggi, jauh lebih tinggi dibanding daging kambing biasa.
🍖 Bila disantap bersama jeroan lain (hati, usus, limpa), beban purinnya menjadi semakin besar.
💧 Kurang minum air setelah mengonsumsi makanan tinggi purin juga dapat meningkatkan risiko serangan asam urat.
Kalau diurutkan dari yang lebih tinggi risiko terhadap asam urat, kira-kira seperti ini:
🐔 Hati ayam / jeroan lain → sangat tinggi
Otak kambing → tinggi
Cumi-cumi → sedang
🍗 Daging ayam tanpa jeroan → sedang
Telur → rendah
Jadi, kalau sesekali menikmati gulai otak kambing saat acara tertentu mungkin masih bisa, asal porsinya kecil dan tidak terlalu sering. Namun kalau Bolo memang hobi jeroan seperti ati ayam dan otak kambing, ada baiknya sesekali cek kadar asam urat di laboratorium atau apotek yang menyediakan pemeriksaan. Dengan begitu, Bolo bisa menikmati makanan favorit dengan lebih bijak, tidak perlu pantang total kalau memang kadar asam uratnya masih terkontrol.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar