Selasa, 09 Juni 2026

Gejala Asam Urat dan Tips Pencegahannya

 


Faktor utama yang menyebabkan kadar asam urat tinggi (hiperurisemia) adalah terlalu banyak produksi asam urat atau tubuh kurang efektif membuang asam urat melalui ginjal. Dalam banyak kasus, penyebab terbesar justru karena pembuangan asam urat oleh ginjal tidak optimal.

Beberapa faktor yang paling sering berperan:

Pola makan tinggi purin

Jeroan (hati, usus, limpa)

Daging merah berlebihan

Seafood tertentu (sarden, teri, kerang, udang)

Kaldu atau ekstrak daging pekat

Kelebihan berat badan (obesitas)

Berat badan berlebih meningkatkan produksi asam urat dan mengurangi pembuangannya.

Gangguan fungsi ginjal

Ginjal tidak mampu membuang asam urat secara efektif sehingga menumpuk dalam darah.

Minuman manis tinggi fruktosa

Minuman bersoda dan minuman kemasan manis dapat meningkatkan produksi asam urat.

Alkohol

Terutama bir, yang dapat meningkatkan kadar asam urat dan menghambat pembuangannya.

Faktor keturunan

Sebagian orang memiliki kecenderungan genetik untuk kadar asam urat yang lebih tinggi.

Penyakit tertentu

Misalnya diabetes, tekanan darah tinggi, sindrom metabolik, dan beberapa penyakit ginjal.

Obat-obatan tertentu

Beberapa obat diuretik (obat pelancar kencing), aspirin dosis rendah, dan obat tertentu lainnya dapat meningkatkan kadar asam urat.

Yang sering disalahpahami adalah bahwa sayuran seperti bayam, kangkung, atau kacang-kacangan umumnya tidak seberpengaruh jeroan, alkohol, obesitas, dan minuman manis terhadap risiko asam urat.

 

 

Kalau dibuat "peringkat risiko" untuk penderita gout:

🔴 Sangat tinggi purin (sebaiknya sangat dibatasi)

Ati ayam

Ati sapi

Limpa

Paru

Jantung sapi

Babat (lebih rendah dari hati, tapi tetap perlu dibatasi)

🟠 Cukup berisiko

Emping melinjo

Beberapa ikan laut tertentu

Daging sapi berlebihan

🟢 Relatif lebih aman

Telur

Tahu

Tempe

Ayam tanpa jeroan

Sayuran seperti daun singkong dan bayam

 

Banyak penderita gout yang tetap aman makan ayam, telur, tahu, dan tempe, tetapi begitu rutin makan hati, limpa, paru, dan jeroan lainnya, serangan mulai sering muncul.

Kabar baiknya, Anda sudah menemukan satu hal penting:

Saat kadar asam urat turun ke 5,9 mg/dL, keluhan membaik.

Artinya tubuh Anda merespons terapi dengan baik.

Karena Anda bekerja di kapal dan pilihan menu kadang terbatas, mungkin strategi yang lebih realistis bukan pantang total, melainkan:

Jeroan hanya sesekali, bukan menu rutin.

Perbanyak air putih.

Kontrol tekanan darah tetap baik dengan amlodipin.

Pantau asam urat saat MCU berikutnya.

Kalau saya boleh menebak, setelah Anda menyebut ati ayam sebagai makanan favorit, kemungkinan besar ati ayam dan jeroan lainnya berkontribusi jauh lebih besar terhadap kambuhnya asam urat dibanding kacang mete yang sebelumnya Anda curigai.

 

kalau dibandingkan hati ayam, kadar purin cumi-cumi umumnya lebih rendah, tetapi tetap termasuk makanan yang perlu dibatasi bila punya kecenderungan asam urat tinggi.

Perkiraan kandungan purin per 100 gram:

Makanan

Kadar purin

Hati ayam

sekitar 300–400 mg

Cumi-cumi

sekitar 130–180 mg

Ati sapi

sekitar 230–300 mg

Daging ayam

sekitar 120–170 mg

Telur

sangat rendah

Susu rendah lemak

sangat rendah

Secara umum:

<100 mg/100 g → rendah purin

100–200 mg/100 g → sedang

>200 mg/100 g → tinggi

Jadi:

Cumi-cumi = purin sedang

🐔 Hati ayam = purin tinggi

Kalau kadar asam urat Bolo memang sering tinggi atau pernah kambuh sampai nyeri sendi, sebaiknya:

Cumi-cumi masih boleh sesekali, misalnya 1 porsi kecil (50–100 gram), tidak setiap hari.

Hati ayam lebih baik dibatasi ketat, karena purinnya jauh lebih tinggi.

Banyak minum air putih (±2 liter/hari jika tidak ada pembatasan dari dokter).

Batasi juga jeroan lain seperti usus, ampela, limpa, dan otak.

Jadi kalau Bolo sedang memilih antara makan cumi-cumi atau ati ayam, untuk risiko asam urat cumi-cumi lebih "aman" dibanding ati ayam, meskipun tetap jangan berlebihan. 😁

otak kambing termasuk makanan tinggi purin, meskipun sering orang lebih fokus pada kandungan kolesterolnya yang memang juga sangat tinggi.

Perkiraan kadar purinnya berada di kisaran 150–200 mg per 100 gram, bahkan beberapa sumber menyebut bisa lebih tinggi tergantung jenis dan cara pengukuran. Jadi untuk penderita atau orang yang rentan mengalami asam urat, otak kambing sebaiknya dibatasi.

Selain purin, yang perlu diperhatikan adalah:

Kolesterolnya sangat tinggi, jauh lebih tinggi dibanding daging kambing biasa.

🍖 Bila disantap bersama jeroan lain (hati, usus, limpa), beban purinnya menjadi semakin besar.

💧 Kurang minum air setelah mengonsumsi makanan tinggi purin juga dapat meningkatkan risiko serangan asam urat.

Kalau diurutkan dari yang lebih tinggi risiko terhadap asam urat, kira-kira seperti ini:

🐔 Hati ayam / jeroan lain → sangat tinggi

Otak kambing → tinggi

Cumi-cumi → sedang

🍗 Daging ayam tanpa jeroan → sedang

Telur → rendah

Jadi, kalau sesekali menikmati gulai otak kambing saat acara tertentu mungkin masih bisa, asal porsinya kecil dan tidak terlalu sering. Namun kalau Bolo memang hobi jeroan seperti ati ayam dan otak kambing, ada baiknya sesekali cek kadar asam urat di laboratorium atau apotek yang menyediakan pemeriksaan. Dengan begitu, Bolo bisa menikmati makanan favorit dengan lebih bijak, tidak perlu pantang total kalau memang kadar asam uratnya masih terkontrol.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar