Selasa, 27 Januari 2026

Marine Safety Campaign JANUARI 2026



 

1. Sesuai dengan aturan ISM Code, siapa yang bertanggung jawab untuk memastikan bahwa kebijakan keselamatan perusahaan diterapkan secara efektif di atas kapal?

A. Kepala Kamar Mesin (KKM)

B. Mualim I (Chief Officer)

C. Nakhoda (Master)

D. Perwira Keselamatan (Safety Officer)

Jawaban yang benar adalah:

C. Nakhoda (Master)

Penjelasan singkat (sesuai ISM Code):

Dalam ISM Code Pasal 5 (Master’s Responsibility and Authority) ditegaskan bahwa Nakhoda bertanggung jawab penuh untuk menerapkan kebijakan keselamatan dan perlindungan lingkungan perusahaan secara efektif di atas kapal.

Nakhoda juga punya wewenang untuk:

Mengambil keputusan demi keselamatan kapal & awak

Meminta dukungan perusahaan bila diperlukan

Memastikan SMS (Safety Management System) dijalankan dan dipahami kru

Perwira lain (KKM, Mualim I, Safety Officer) membantu pelaksanaan, tapi tanggung jawab utamanya tetap di Nakhoda.

 

2. Apa peran utama kru bagian mesin dalam mendukung keselamatan navigasi kapal?

A. Melakukan pengamatan visual di haluan

B. Memastikan mesin induk dan peralatan kemudi berfungsi optimal

C. Mengatur muatan agar kapal tetap stabil

D. Menyiapkan peta navigasi elektronik (ECDIS)

Jawaban yang benar adalah:

B. Memastikan mesin induk dan peralatan kemudi berfungsi optimal

Penjelasan:

Peran utama kru bagian mesin dalam mendukung keselamatan navigasi adalah menjamin keandalan teknis—terutama mesin induk, mesin bantu, dan sistem kemudi. Kalau mesin atau kemudi bermasalah, navigasi jadi tidak aman (kehilangan daya dorong/manuver).

Opsi lain itu ranah bagian dek:

A: Pengamatan visual jaga laut (deck)

C: Pengaturan muatan deck/cargo

D: ECDIS perwira navigasi

 

3. Tindakan apa yang harus dilakukan kru segera setelah mendengar sinyal alarm darurat (General Emergency Alarm)?

A. Menuju ke ruang makan untuk menunggu instruksi

B. Tetap bekerja sampai ada perintah lisan dari atasan

C. Menuju ke stasiun berkumpul (Muster Station) sesuai daftar peran

D. Menyiapkan sekoci tanpa menunggu instruksi

Jawaban yang benar adalah:

C. Menuju ke stasiun berkumpul (Muster Station) sesuai daftar peran

Penjelasan:

Saat General Emergency Alarm berbunyi, setiap kru wajib segera menuju Muster Station masing-masing sesuai Muster List. Di sana kru:

Melapor ke atasan/station leader

Menerima instruksi lanjutan

Siap melaksanakan tugas darurat (pemadaman, penutupan, penurunan sekoci, dll)

Opsi lain keliru karena:

A menunda respon darurat

B berbahaya, darurat tidak menunggu perintah lisan

D penurunan sekoci harus atas perintah Nakhoda

 

4. Mengapa "Toolbox Meeting" atau pengarahan sebelum kerja sangat penting bagi keselamatan kru?

A. Untuk membagi jam lembur kru

B. Untuk mengidentifikasi bahaya dan menentukan tindakan pencegahan sebelum pekerjaan dimulai

C. Untuk formalitas administrasi laporan bulanan

D. Untuk mempercepat waktu pengerjaan proyek di dek

Jawaban yang benar adalah:

B. Untuk mengidentifikasi bahaya dan menentukan tindakan pencegahan sebelum pekerjaan dimulai

Penjelasan:

Toolbox Meeting itu inti budaya keselamatan. Di situ kru:

Mengidentifikasi potensi bahaya (hazard identification)

Menentukan langkah pencegahan & APD

Membagi tugas dengan jelas

Menyamakan pemahaman sebelum kerja dimulai

Ini sejalan dengan ISM Code & risk assessment—mencegah kecelakaan sebelum terjadi, bukan reaktif setelah kejadian.

Pilihan lain:

A urusan administrasi/HR

C bukan sekadar formalitas

D kecepatan kerja tidak boleh mengorbankan keselamatan

 

5. Salah satu penyebab utama kecelakaan karena faktor manusia (human error) di laut adalah kelelahan. Bagaimana kru mengelola risiko ini sesuai aturan STCW?

A. Dengan meminum suplemen energi secara rutin

B. Dengan mematuhi jadwal jam kerja dan jam istirahat yang telah ditetapkan

C. Dengan bekerja lebih cepat agar waktu bermain game online saat istirahat lebih lama

D. Dengan menyerahkan tugas sepenuhnya kepada kru bawahan

Jawaban yang benar adalah:

B. Dengan mematuhi jadwal jam kerja dan jam istirahat yang telah ditetapkan

Penjelasan (sesuai STCW):

Dalam STCW Convention (Manila Amendments) diatur Hours of Work and Rest untuk mencegah fatigue. Kru wajib:

Mematuhi jam kerja & jam istirahat minimum

Mengisi record of hours of rest

Melaporkan jika kelelahan membahayakan keselamatan

Kelelahan itu penyebab utama human error di navigasi dan operasi mesin—jadi pengelolaannya bukan dengan “kuat-kuatan”, tapi disiplin aturan.

Pilihan lain:

A suplemen tidak menggantikan istirahat

C justru memperparah fatigue

D tanggung jawab tidak bisa dilempar begitu saja

 

 

6. Apa peran kru dalam meminimalkan risiko kebakaran di atas kapal?

A. Menutup semua ventilasi udara setiap saat

B. Melakukan perawatan rutin pada detektor asap dan menjaga kebersihan galley (dapur) dari sisa minyak

C. Menyimpan bahan kimia mudah terbakar di dalam kamar tidur

D. Mematikan semua alarm kebakaran agar tidak mengganggu istirahat

Jawaban yang benar adalah:

B. Melakukan perawatan rutin pada detektor asap dan menjaga kebersihan galley (dapur) dari sisa minyak

Penjelasan:

Peran kru dalam mencegah kebakaran itu proaktif, antara lain:

Perawatan & pengecekan detektor asap / fire alarm

Menjaga kebersihan galley, terutama dari minyak & lemak (penyebab kebakaran paling umum)

Mengikuti fire patrol & drill

Pilihan lain jelas berbahaya:

A ventilasi harus sesuai prosedur, bukan ditutup terus

C bahan mudah terbakar harus disimpan di chemical locker

D alarm justru sistem penyelamat nyawa

 

 

7. Siapa yang harus dimintai bantuan oleh Nakhoda jika menurut pertimbangannya diperlukan dukungan teknis tambahan dari darat saat akan mengaplikasikan Master overriding authority

A. Agen pelabuhan setempat.

B. Designated Person Ashore (DPA) atau Orang yang Ditunjuk di Darat.

C. Petugas bea cukai.

D. Keluarga kru di rumah.

Jawaban yang benar adalah:

B. Designated Person Ashore (DPA) atau Orang yang Ditunjuk di Darat

Penjelasan (ISM Code – Master’s Overriding Authority):

Saat Nakhoda menilai perlu dukungan teknis tambahan dari darat—terutama ketika menggunakan Master Overriding Authority demi keselamatan kapal, awak, dan lingkungan—maka pihak yang wajib dihubungi adalah DPA.

Peran DPA:

Menjadi penghubung langsung kapal–perusahaan

Memberikan dukungan teknis & manajerial

Memastikan SMS perusahaan mendukung keputusan Nakhoda

Opsi lain:

A agen pelabuhan bukan otoritas teknis keselamatan

C bea cukai urusan kepabeanan

D jelas tidak relevan 😄

 

8. Peran kru dalam menjaga stabilitas kapal saat proses bongkar muat adalah...

A. Mengabaikan urutan pengisian tangki ballast

B. Melakukan pemantauan beban muatan sesuai dengan loading manual

C. Mempercepat proses muat tanpa memperhatikan kemiringan (list) kapal

D. Mengurangi jumlah kru yang berjaga agar lebih efisien

Jawaban yang benar adalah:

B. Melakukan pemantauan beban muatan sesuai dengan loading manual

Penjelasan:

Saat bongkar–muat, kru (terutama bagian dek) berperan penting menjaga stabilitas kapal dengan:

Memantau distribusi muatan

Mengikuti Loading Manual / Cargo Securing Manual

Mengontrol ballast agar tidak terjadi list atau trim berbahaya

Melaporkan kondisi tidak normal ke perwira jaga/Nakhoda

Pilihan lain jelas salah dan berisiko:

A urutan ballast itu krusial

C kecepatan tidak boleh mengorbankan stabilitas

D pengawasan justru harus ditingkatkan

 

9. Apa tujuan utama dari program "Tegur Saya Jika Tidak Aman" di atas kapal?

A. Untuk mencari kesalahan rekan kerja agar bisa dilaporkan ke kantor pusat.

B. Untuk membangun budaya saling peduli dan mencegah kecelakaan sebelum terjadi.

C. Untuk memberikan sanksi pemotongan gaji bagi kru yang ceroboh.

D. Untuk menggantikan peran Safety Officer dalam pengawasan dek.

Jawaban yang benar adalah:

B. Untuk membangun budaya saling peduli dan mencegah kecelakaan sebelum terjadi

Penjelasan:

Program “Tegur Saya Jika Tidak Aman” (Stop Work Authority / Speak Up for Safety) bertujuan:

Mendorong saling mengingatkan tanpa takut disalahkan

Menghentikan pekerjaan jika ada kondisi tidak aman

Membangun safety culture, bukan budaya menyalahkan

Mencegah kecelakaan sebelum terjadi (preventif)

Opsi lain:

A itu budaya saling menjatuhkan

C fokusnya bukan hukuman

D tidak menggantikan Safety Officer, tapi melengkapi perannya

 

10. Kapan sebuah pengkajian risiko (Risk Assessment) wajib dilakukan oleh kru kapal?

A. Hanya setahun sekali saat audit internal.

B. Setelah pekerjaan selesai dilakukan sebagai dokumentasi.

C. Sebelum memulai pekerjaan, terutama untuk tugas yang berisiko tinggi atau tidak rutin.

D. Hanya jika diminta oleh Nakhoda secara lisan.

 

Jawaban yang benar adalah:

C. Sebelum memulai pekerjaan, terutama untuk tugas yang berisiko tinggi atau tidak rutin

Penjelasan:

Risk Assessment wajib dilakukan sebelum pekerjaan dimulai, khususnya:

Pekerjaan berisiko tinggi (hot work, enclosed space, kerja di ketinggian)

Pekerjaan tidak rutin / baru

Kondisi atau lingkungan kerja berubah

Tujuannya untuk:

Mengidentifikasi bahaya

Menilai tingkat risiko

Menentukan pengendalian & APD

Mencegah kecelakaan secara preventif

Pilihan lain:

A audit pelaksanaan kerja

B itu terlambat

D kewajiban sistem, bukan sekadar perintah lisan

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.